75 Persen Pengguna BlackBerry Ingin Ganti Smartphone?

Seperti dikutip dari ghiboo.com. Ketika, para vendor lain sedang memamerkan teknologinya di ajang CES 2012, gema handset dari RIM, BlackBerry, tak pernah terdengar lagi. Entah kebingungan atau tidak siap, tapi BlackBerry sepertinya sudah siap ditinggalkan penggunananya.

Menurut data dari Drippler, hanya 25 persen dari pemilik BlackBerry yang ingin mengganti BlackBerry lama mereka dengan BlackBerry baru. 75 persen lainnya ingin keluar dari ekosistem yang dibangun RIM dan coba tebak, perangkat apa yang diinginkan oleh 75% sisanya? Yup, Android atau iPhone menjadi pilihan mereka.

Drippler mengatakan (12/1), dengan lebih dari satu juta pengguna dan 60.000 Android aplikasi yang bisa diunduh, tentunya hal itu merupakan suatu yang logis, dimana BlackBerry mulai ditinggalkan dan mungkin beralih ke Android. Sebenarnya RIM bisa membalikkan keadaan ketika diumumkannya BlackBerry OS 7.1 dan OS 2.0 untuk BlackBerry PlayBook dan memulai debutnya di CES 2012. Meski masih terbatas, tentunya RIM diharapkan untuk mengungkap update baru yang lebih menjanjikan di ajang di Mobile World Congress (MWC).

BlackBerry memang membutuhkan kembali ‘nyawanya’ setelah semakin tertinggal dalam persaingan smartphone melawan Android, iOS, dan bahkan Windows Phone.

nampaknya tidak untuk di Indonesia..

eh tapi ga tau juga sih.. :D #labil

Karakter orang tercermin dari handphone pilihannya

Seperti yang diikutip dari Ghiboo.com, disamping pernak-pernik gadget yang semakin banyak saat ini, tentunya kita juga tidak hanya berposisi sebagai seseorang yang konsumtif terhadap perangkat gadget, tapi juga menjadi cerdas dengan beradaptasi bersama teknologi.

Gazelle baru saja melakukan sebuah surveinya selama ajang CES di Las Vegas (10-13/1) kemarin. Gazelle mengatakan, responden yang menggunakan perangkat iPhone menjadi orang-orang yang paling optimis dan pengguna smartphone Blackberry adalah orang-orang yang hidupnya selalu pesimis.

Hasil survei dari Gazelle mengatakan 52% pengguna iPhone dan 58% pengguna iPad selalu optimis mengenai masa depan mereka, sementara itu, Gazeele mengungkapkan pula para 28% pengguna smartphone Android dan 36% pengguna tablet dengan platform Android selalu optimis menatap masa depan. Lalu, 29% pengguna iPhone dan 60% pengguna iPad selalu optimis dan merasa positif terbaik di saat mereka merasa mendapatkan momen yang tidak menentu, dan 31% pengguna smartphone Android beserta 55% pengguna tablet Android selalu optimis dan merasa positif terbaik di saat mereka merasa mendapatkan momen yang tidak menentu.

Hasil yang berbeda justru didapat oleh pengguna Blackberry. 16% pengguna Blackberry seperti terlihat sulit menghadapi hidup mereka, dan jarang sesuai dengan keinginan mereka. Sementara itu 33% dari pengguna Blackberry terlihat sulit mengambil sisi positif dari diri mereka, serta pengguna Blackberry selalu hidup dalam balutan pesimis yang tinggi.

Sebuah survei yang cukup unik dari Gazelle, dalam memainkan psikologis pengguna gadget baik itu smartphone dan tablet dengan mengambil tema platform yang digunakan dengan respondennya. Bagaimana dengan di Indonesia? Apakah Anda pernah mengalami hal yang sama dengan para responden dari Gazelle?

pas di ajang CES pendatang yang ada mungkin disuruh isi kuisioner berkaitan dgn psikologi, terakhirnya disuruh isi gadget yang dipake apaan.

ada-ada aja ye metodenya.. :D

Masalah Impor Film Hollywood

Sebenernya udah dari 3 minggu yang lalu mau bahas & ngutip artikel ini, tapi baru bisa hari ini terlaksana. Dilansir dan dikutip dari MBDC, Kemarin ada berita yang sepertinya menyenangkan tapi cukup bikin bingung: katanya film impor udah boleh tayang lagi, tapi film-film yang dari studio gede tetep blum boleh main. Loh jadi gimana sebenernya? Apa sih yang terjadi? Mungkin banyak dari antara kamu yang bingung.

Coba simak rangkuman berikut tentang apa yang sebenernya terjadi dengan impor film ini.

Fakta

Sebelum kita mulai ngobrol masalah apa yang terjadi, mungkin kamu harus tau bagaimana proses sebuah film bisa sampe tayang di Indonesia. Flowchartnya kurang lebih begini:

Yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa distributor film lokal alias para importir ini pada dasarnya adalah bisnis yang berbeda sama sekali dengan bioskop. Jadi bioskop tidak mengimport film. Mereka cuma memutarkan film-film yang diimport oleh para importir. Tapi kita akan bahas tentang ini lebih lanjut nanti.

Di Indonesia ada 7 distributor film, yaitu:

  1. PT. Camila Internusa Film. Salah satu distributor tertua di Indonesia. Ngedatengin film-film Hollywood keluaran Sony/Columbia, Universal, dan Paramount
  2. PT. Satrya Perkasa Esthetika Film. Distributor film Hollywood juga. Ngedatengin film keluaran 20th Century Fox, Disney, dan Warner Bros
  3. PT. Amero Mitra Film. Distributor film Hollywood juga, tapi bukan dari studio yang big six, melainkan yang kecil-kecil aja, kayak The Weinstein Company, Lionsgate, Screen Gems, Summit, dan CBS.
  4. Jive Entertainment. Kebanyakan ngedatengin film-film non Hollywood, seperti misalnya film-film dari Thailand, Perancis, Norwegia, dan lain-lain
  5. PT. Parkit Film. Kebanyakan mendatangkan film dari Bollywood dan beberapa film keluaran studio indie Hollywood.
  6. PT. Teguh Bakti Mandiri. Yang satu ini katanya spesialisasinya di film-film mandarin.
  7. PT. Rapi Films. Yang satu ini lebih terkenal sebagai Production House yang bikin banyak sinetron dan film bioskop, tapi ternyata mereka juga mengimport beberapa film indie dari barat.

Nah, yang disebut sebagai Studio Big Six Hollywood adalah Sony/Columbia, Universal, Paramount, Disney, 20th Century Fox, dan Warner Bros. Kenapa mereka yang big six? Ya kamu liat aja film-film blockbuster. Semuanya pasti keluaran salah satu dari studio ini. Dan seperti yang sudah kamu sadari, Big Six Studio ini distribusinya dipegang oleh dua distributor, yaitu PT. Camila Internusa Film dan PT. Satrya Perkasa Esthetika Film.

Sudah mulai bisa merasakan masalahnya?

Apa yang Terjadi

Yang terjadi adalah 3 distributor terbesar Indonesia yang mendatangkan film-film Hollywood (Camilla, Satrya, dan Amero) tersandung masalah pajak. Amero katanya sudah bayar, makanya kamu bisa liat film-film Hollywood dari studio kecil mulai bisa tayang lagi (Source Code, Limitless, Rabbit Hole).

Problemnya, dua distributor yang megang 6 studio besar ini belum bayar pajak.

Oke, kita lumayan seneng sih film-film semacem Source Code udah bisa masuk lagi. Tapi, ini adalah masanya summer blockbuster. Masa dimana film-film yang HARUS ditonton di bioskop keluar. Film-film ini belum tentu bagus, tapi HARUS ditonton di bioskop. Dan sekarang mereka gak bisa masuk karena dua distributor yang megang hak edar film-film besar ini belum bayar pajak.

Jadi kenapa mereka gak bayar pajak?

Kalo versi mereka sih karena katanya ada perubahan peraturan dari dirjen pajak mengenai masalah pajak film ini. Kenyataannya? Kalo sumber kita yang satu ini bisa dipercaya, sebenernya gak ada kenaikan apa-apa sama sekali. Semuanya masih dalam kesepakatan awal. Problemnya, sejak tahun 1995 para distributor film ini tidak membayar pajak film lagi.

Jadi gampangnya gini, mereka gak bayar pajak dari tahun 1995 dan sekarang, 16 tahun kemudian, semua pajak yang mereka tunggak itu ditagih. Salah siapa? Ya salah semua. Salahnya distributor, kalo emang dari dulu peraturan itu ada, kenapa gak dibayar? Salahnya bagian pajak, kalo emang pajaknya harus ada, kenapa dari dulu gak ditagih? Ada yang bilang sih ini ada hubungannya dengan hubungan grup bioskop 21 dengan pemerintahan orba. Tapi itu katanya lho. Kita sih gak tau.

Eh tunggu. Kok jadi 21 sih? Ternyata merupakan sebuah rahasia umum bahwa 3 distributor terbesar di Indonesia itu adalah related party-nya 21 grup. Jadi intinya mereka memonopoli film-film yang beredar di Indonesia. Makanya dulu banyak bioskop yang pada akhirnya tutup atau bergabung ke grup 21: karena mereka gak dapet pasokan film. Seperti yang kamu mungkin sudah tau, bioskop gak ada gunanya kalo gak ada film.

Nah, maka dari itulah kenapa seharusnya distributor film dan bioskop itu gak boleh dari satu pihak yang sama. Itu akan menyebabkan monopoli dagang. Ya sekarang logika aja, kalo kamu punya film yang kamu tau bakal laku, ngapain dibagi-bagi ke bioskop lain? Puter aja di bioskop sendiri biar keuntungan dari film itu bisa kamu nikmatin sendiri.

Loh, tapi bukannya Blitzmegaplex juga punya Jive Entertainment yang kerjanya juga import film? Bener, tapi kenyataannya kan orang-orang lebih prefer nonton Transformers dibanding Alpha and Omega kan? Pasti sebagian besar dari kamu juga gak tau Alpha and Omega film apaan. Makanya untuk saat ini Jive masih bisa dikatakan aman: karena efeknya gak akan luas. Tapi kalo nantinya tiba-tiba mereka bisa mendistribusikan film-film besar, hal ini juga bisa jadi bahaya.

Terus apakah mungkin ada distributor lain yang mengedarkan film-film dari studio big six Hollywood?

Kalo menurut blitzmegaplex itu gak bisa, karena studio besar Hollywood itu sudah menunjuk distributor resmi mereka di Indonesia, yaitu 3 distributor yang sudah disebut di atas tadi.

Dengan kata lain, buang semua harapan kalian.

Jadi skenario terbaiknya adalah: suatu hari film-film bakal masuk lagi, tapi harga tiket 21 akan naik drastis. Pada saat itu kamu tidak punya pilihan dan akan bayar-bayar aja. Terus kamu bakal protes ke pemerintah kenapa harga tiket begitu mahal, dan apapun outcome-nya, 21 menang. Mereka hidup bahagia selamanya.

Itu skenario terbaik dan kita belum tau kapan itu akan terjadi.

Berita update-nya,

Kemaren 9 Juni 2011, sempet ada kabar film Hollywood mau masuk lagi. disini link beritanya.

Eh ternyata 10 Juni 2011, Soal film Hollywood dibantah sama Menkeu. disini link beritanya.

Capek yee, di Negri Tercinta Kita ini beritanya hampir selalu simpang-siur. :D

 

The Sims akan ada di Facebook

Kalau sebelumnya ada kabar bahwa game Angry Birds segera hadir di Facebook, kali ini juga ada kabar gembira bagi penyuka The Sims. Electronic Arts (EA) akan menghadirkan salah satu game terpopulernya ini untuk dimainkan di Facebook.

Raksasa penerbit game asal Amerika Serikat (AS) ini mengumumkan rencananya tersebut di perhelatan Electronic Entertainment Expo (E3). Ya, tampaknya EA tertarik membawa The Sims ke ranah jejaring sosial setelah melihat kesuksesan Zynga dengan FarmVille-nya.

EA memperkirakan sebagian besar pertumbuhan industri game global tahun depan akan banyak mengarah ke versi game yang dihadirkan secara digital, di internet dan jejaring sosial. Disebutkannya, saat ini sekitar USD 2 miliar per tahun dihabiskan untuk social games.

Dilansir Cnet, permainan The Sims di Facebook tidak akan jauh berbeda dengan versi aslinya, di mana para pemain akan terlibat dalam hubungan sosial seperti pertemanan, asmara dan persaingan.

Yang sedikit membedakan mungkin kehadiran transaksi mikro untuk jual beli benda virtual. EA berharap transaksi mikro ini bisa menghasilkan pendapatan baru.

Kapan tersedia di Facebook? EA belum mau mengungkapkannya. Dia hanya menyebutkan The Sims untuk Facebook sudah dikembangkannya selama satu tahun. Nah, kita tunggu saja!

source: detikINET

 

Angry Birds Segera Hadir di Facebook

Kepakan sayap Angry Birds makin luas. Game dengan para karakter protagonis berupa burung ini siap menyambangi situs jejaring terpopuler dunia, Facebook.

Kabar tersebut disampaikan oleh Peter Vesterbacka, Chief Marketing Officer Rovio, produsen Angry Birds. Versi Facebook dari Angry Birds rencananya akan meluncur dalam waktu 3 bulan mendatang.

“Kami akan meluncurkan game sosial dalam beberapa bulan mendatang. Kami sedang berdiskusi dengan Facebook dan Angry Birds akan live di situs ini dalam tiga bulan mendatang,” ucap Vesterbacka.

Angry Birds versi mobile telah diunduh sekitar 200 juta kali sejauh ini dan mencetak sukses di semua platform yang dihampirinya. Melanjutkan cerita manis ini, Rovio pun berekspansi ke jejaring sosial semacam Facebook.

Seperti dikutip dari Telegraph, Angry Birds di Facebook tersedia gratis. Namun user dapat membayar untuk fitur ekstra.

Vesterbacka berjanji akan memberikan pengalaman ngegame yang menarik bagi para fans Angry Birds di Facebook. Jadi, tunggu saja tanggal mainnya.

 

source: detikINET

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 402 other followers